Skip to main content

Tips mencegah penyakit kembung pada Kambing

 Kembung atau bloat adalah kondisi di mana perut kambing terisi gas secara berlebihan, dan ini bisa menjadi kondisi yang sangat berbahaya jika tidak segera diatasi. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kembung pada kambing:


 

   1. Berikan makanan secara bertahap: Kambing sebaiknya diberi makanan secara bertahap dan dalam porsi kecil, daripada memberikan makanan yang terlalu banyak dalam satu waktu. Pemberian makanan dalam jumlah besar dan cepat dapat menyebabkan masalah kembung pada kambing.

    2. Hindari memberikan makanan yang terlalu kaya nutrisi: Makanan yang terlalu kaya nutrisi dapat menyebabkan kambing mengalami kembung. Oleh karena itu, berikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi kambing dan hindari memberikan makanan yang terlalu banyak dalam satu waktu.

    3. Pastikan kambing memiliki akses yang cukup ke air bersih: Kambing yang kekurangan air dapat mengalami dehidrasi, yang dapat memperburuk kondisi kembung.

    4. Cegah kambing makan berlebihan: Pastikan kambing tidak terlalu rakus saat makan atau mengunyah makanan terlalu cepat. Hal ini dapat menyebabkan kambing menelan udara yang berlebihan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kembung.

    5. Hindari memberikan makanan segar yang basah: Pemberian makanan yang basah dan segar dapat menyebabkan kambing mengalami kembung. Oleh karena itu, pastikan makanan kering dan segar diberikan kepada kambing.

    6. Perhatikan pola makan kambing: Pastikan kambing memiliki pola makan yang teratur dan stabil. Kambing yang makan dalam jumlah yang tidak stabil atau tidak teratur cenderung lebih rentan mengalami kembung.

    7. Pantau kondisi kambing: Selalu perhatikan kondisi kambing secara menyeluruh, dan jika Anda melihat tanda-tanda kembung seperti perut yang membengkak atau sulit bernapas, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan segera.


Comments

Popular posts from this blog

Program Kesehatan Ayam Broiler

Ini adalah program kesehatan ayam broiler yang dibuat berdasarkan produk-produk yang terdapat pada Bratajaya Poultry Shop. Program kesehatan ayam broiler ini sudah diuji coba pada kandang percobaan Bratajaya Farm.    

Tips sederhana menyusun Total Mixed Ration untuk pakan sapi komplit

 TMR atau Total Mixed Ration adalah campuran pakan yang terdiri dari berbagai bahan pakan yang sudah dicampur dalam satu wadah dan disajikan sebagai satu campuran utuh. TMR pakan sapi yang baik haruslah disusun dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti kebutuhan nutrisi sapi, jenis dan kualitas bahan pakan yang tersedia, serta kondisi kesehatan sapi. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun TMR pakan sapi yang baik:     1. Tentukan Kebutuhan Nutrisi Sapi: Dalam menyusun TMR, Anda perlu mengetahui kebutuhan nutrisi sapi, seperti protein, energi, mineral, dan vitamin. Kebutuhan nutrisi sapi dapat dihitung berdasarkan usia, bobot badan, produksi susu atau daging, dan aktivitas fisik sapi.     2. Pilih Bahan Pakan yang Berkualitas: Pilihlah bahan pakan yang berkualitas dan mudah dicerna oleh sapi. Bahan pakan yang dapat digunakan untuk TMR sapi antara lain hijauan (rumput, jagung, atau jerami), konsentrat (tepung jagung, dedak, bungkil kedelai), dan premix ...

Contoh sederhana Total Mixed Ration untuk pakan sapi

 Total Mixed Ration (TMR) adalah jenis pakan sapi yang terdiri dari campuran berbagai bahan pakan yang telah dicampur dalam proporsi yang tepat. Berikut ini adalah contoh TMR pakan sapi:      1. Rumput hijauan kering (30%)     2. Dedak padi (25%)     3. Jagung (20%)     4. Pelet konsentrat (15%)     5. Jerami (10%) Proporsi persentase di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sapi berdasarkan usia, bobot, dan tingkat produksi. Contoh di atas hanya sebagai acuan umum untuk pembuatan TMR pakan sapi. Penting untuk konsultasi dengan ahli nutrisi hewan untuk memastikan TMR yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi Anda.