Skip to main content

Mengatur Perkawinan Kambing


Kambing yang telah dewasa kelamin sudah dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Sedangkan umur yang tepat untuk pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan. Hal itu untuk menghindari terjadinya masalah saat kambing tersebut hamil dan menyusui. Karena kambing yang belum cukup umur insidensi terjadinya masalah saat hamil dan menyusui tinggi.
Tanda-tanda birahi pada kambing betina ;
-   Gelisah
-   Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.
-   Ekor digerak-gerakan.
-   Diam bila dinaiki oleh pejantan.
-   Nafsu makan berkurang.

Lama berahi sekitar 30 jam, siklus birahi kambing sekitar 21-23 hari, sedangkan domba sekitar 17 hari.

Waktu mengawinkan yang tepat adalah langsung setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawinan antara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak, atau yang masih ada hubungan kekerabatan lainnya. Yang paling bagus adalah mengawinkan kambing dengan kambing yang asalnya jauh dari asal kambing yang kita miliki.

Comments

Popular posts from this blog

Program Kesehatan Ayam Broiler

Ini adalah program kesehatan ayam broiler yang dibuat berdasarkan produk-produk yang terdapat pada Bratajaya Poultry Shop. Program kesehatan ayam broiler ini sudah diuji coba pada kandang percobaan Bratajaya Farm.    

Tips sederhana menyusun Total Mixed Ration untuk pakan sapi komplit

 TMR atau Total Mixed Ration adalah campuran pakan yang terdiri dari berbagai bahan pakan yang sudah dicampur dalam satu wadah dan disajikan sebagai satu campuran utuh. TMR pakan sapi yang baik haruslah disusun dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti kebutuhan nutrisi sapi, jenis dan kualitas bahan pakan yang tersedia, serta kondisi kesehatan sapi. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun TMR pakan sapi yang baik:     1. Tentukan Kebutuhan Nutrisi Sapi: Dalam menyusun TMR, Anda perlu mengetahui kebutuhan nutrisi sapi, seperti protein, energi, mineral, dan vitamin. Kebutuhan nutrisi sapi dapat dihitung berdasarkan usia, bobot badan, produksi susu atau daging, dan aktivitas fisik sapi.     2. Pilih Bahan Pakan yang Berkualitas: Pilihlah bahan pakan yang berkualitas dan mudah dicerna oleh sapi. Bahan pakan yang dapat digunakan untuk TMR sapi antara lain hijauan (rumput, jagung, atau jerami), konsentrat (tepung jagung, dedak, bungkil kedelai), dan premix ...

Contoh sederhana Total Mixed Ration untuk pakan sapi

 Total Mixed Ration (TMR) adalah jenis pakan sapi yang terdiri dari campuran berbagai bahan pakan yang telah dicampur dalam proporsi yang tepat. Berikut ini adalah contoh TMR pakan sapi:      1. Rumput hijauan kering (30%)     2. Dedak padi (25%)     3. Jagung (20%)     4. Pelet konsentrat (15%)     5. Jerami (10%) Proporsi persentase di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sapi berdasarkan usia, bobot, dan tingkat produksi. Contoh di atas hanya sebagai acuan umum untuk pembuatan TMR pakan sapi. Penting untuk konsultasi dengan ahli nutrisi hewan untuk memastikan TMR yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi Anda.