Skip to main content

Mengatur Perkawinan Kambing

MENGATUR PERKAWINAN

Apabila seekor kambing telah memasuki masa dewasa kelamin maka ternak tersebut dapat dikawinkan.

Tanda-tanda dewasa kelamin :
  • Kambing berumur 6-8 bulan biasanya telah dewasa kelamin (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya
  • Umur pertama kali dikawinkan 10 – 12 bulan (untuk betina),
  • sedangkan yang jantan mulai dipakai sebagai pemacek
  • berumur lebih dari 1 tahun.

TANDA BIRAHI PADA TERNAK BETINA
1. Alat kelamin bagian luar membengkak, basah, merah dan hangat
2. Ekor digerak-gerakan,
3. Diam bila dinaiki oleh pejantan

WAKTU MENGAWINKAN
  • Waktu yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi.
  • Untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang.
  • Hindarkan terjadinya perkawinan antar saudaranya atau anak dengan bapaknya, atau induk dengan anaknya.
TANDA TERNAK MELAHIRKAN
  • Pinggul mengendur
  • Ambing tampak besar dan putting susu terisi penuh
  • Alat kelamin bengkak kemerah-merahan dan lembab
  • Gelisah
  • Nafsu makan menurun

PERAWATAN ANAK KAMBING BARU LAHIR
  1. Perhatikan ikatan anak dan induk setelah melahirkan apakah induk aktif menjilati dan menyusui anaknya?
  2. Bila induk tidak mau menyusui anaknya, 
  • Pegang induk dan dekatkan kepada anaknya sehingga anak dapat menyusu kepada induknya
  • Bila tetap tidak mau menyusui selama lebih dari 4 jam berikan susu bubuk putih + gula 1 sendok teh + 1 butir telur ayam + 1 cangkir air matang aduk dan minumkan dengan bantuan dot, berikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri

Popular posts from this blog

Program Kesehatan Ayam Broiler

Ini adalah program kesehatan ayam broiler yang dibuat berdasarkan produk-produk yang terdapat pada Bratajaya Poultry Shop. Program kesehatan ayam broiler ini sudah diuji coba pada kandang percobaan Bratajaya Farm.    

Tips sederhana menyusun Total Mixed Ration untuk pakan sapi komplit

 TMR atau Total Mixed Ration adalah campuran pakan yang terdiri dari berbagai bahan pakan yang sudah dicampur dalam satu wadah dan disajikan sebagai satu campuran utuh. TMR pakan sapi yang baik haruslah disusun dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti kebutuhan nutrisi sapi, jenis dan kualitas bahan pakan yang tersedia, serta kondisi kesehatan sapi. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun TMR pakan sapi yang baik:     1. Tentukan Kebutuhan Nutrisi Sapi: Dalam menyusun TMR, Anda perlu mengetahui kebutuhan nutrisi sapi, seperti protein, energi, mineral, dan vitamin. Kebutuhan nutrisi sapi dapat dihitung berdasarkan usia, bobot badan, produksi susu atau daging, dan aktivitas fisik sapi.     2. Pilih Bahan Pakan yang Berkualitas: Pilihlah bahan pakan yang berkualitas dan mudah dicerna oleh sapi. Bahan pakan yang dapat digunakan untuk TMR sapi antara lain hijauan (rumput, jagung, atau jerami), konsentrat (tepung jagung, dedak, bungkil kedelai), dan premix ...

Contoh sederhana Total Mixed Ration untuk pakan sapi

 Total Mixed Ration (TMR) adalah jenis pakan sapi yang terdiri dari campuran berbagai bahan pakan yang telah dicampur dalam proporsi yang tepat. Berikut ini adalah contoh TMR pakan sapi:      1. Rumput hijauan kering (30%)     2. Dedak padi (25%)     3. Jagung (20%)     4. Pelet konsentrat (15%)     5. Jerami (10%) Proporsi persentase di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sapi berdasarkan usia, bobot, dan tingkat produksi. Contoh di atas hanya sebagai acuan umum untuk pembuatan TMR pakan sapi. Penting untuk konsultasi dengan ahli nutrisi hewan untuk memastikan TMR yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi Anda.